Tren eCommerce 2023: Apa yang Terbaru di Industri?

Diterbitkan: 2023-02-04

Dunia eCommerce terus berkembang, dan menjadi yang terdepan sangat penting bagi bisnis untuk tetap kompetitif. Saat kita melihat ke depan hingga tahun 2023, sejumlah tren menarik bermunculan yang akan membentuk industri dan memengaruhi cara konsumen berbelanja online. Dari peningkatan adopsi AI dan pembelajaran mesin hingga pertumbuhan belanja suara dan perluasan teknologi AR dan VR, lanskap eCommerce berubah dengan cepat.

Di blog ini, kita akan melihat lebih dekat beberapa tren utama eCommerce yang ditetapkan untuk memengaruhi industri eCommerce pada tahun 2023 dan seterusnya.

Daftar isi

1. UGC: Konten buatan pengguna

Konten buatan pengguna (UGC) mengacu pada konten apa pun tentang merek yang dibuat oleh pelanggan atau penggunanya, bukan oleh merek itu sendiri. Ini dapat mencakup ulasan, peringkat, komentar, foto, video, dan postingan media sosial. UGC dapat menjadi alat yang ampuh untuk bisnis e-niaga, terutama dalam iklim saat ini di mana belanja virtual menjadi lebih populer. Salah satu manfaat utama UGC adalah membantu membangun kepercayaan dan kredibilitas dengan pelanggan potensial. Ketika pelanggan lain berbagi pengalaman positif mereka dengan merek, itu bisa lebih persuasif daripada iklan tradisional. UGC juga dapat membantu meningkatkan kesadaran merek dan mengarahkan lalu lintas ke situs web.

Selain itu, UGC dapat digunakan untuk menginformasikan pengembangan produk dan meningkatkan layanan pelanggan. Untuk memanfaatkan kekuatan UGC, bisnis e-niaga harus memudahkan pelanggan untuk berbagi pengalaman dan menyediakan alat bagi mereka untuk melakukannya. Ini dapat mencakup pembuatan bagian ulasan pelanggan di situs web, mendorong pelanggan untuk berbagi foto dan video di media sosial, atau menyelenggarakan kontes media sosial. Dengan memanfaatkan UGC, bisnis e-niaga dapat membangun hubungan dengan pelanggan mereka dan mendorong penjualan.

2. Peningkatan Adopsi AI dan Machine Learning

Pada tahun 2023, adopsi teknologi kecerdasan buatan (AI) dan pembelajaran mesin diperkirakan akan meningkat secara signifikan dalam industri eCommerce. Teknologi ini akan memainkan peran penting dalam meningkatkan pengalaman berbelanja bagi konsumen dengan memberikan rekomendasi, kampanye pemasaran, dan pencarian produk yang lebih dipersonalisasi dan relevan. Algoritme AI juga akan digunakan untuk meningkatkan deteksi penipuan dan mencegah potensi pelanggaran keamanan, membantu memastikan perlindungan data sensitif konsumen.

Selain itu, AI akan memungkinkan bisnis eCommerce untuk menganalisis data dalam jumlah besar dan membuat keputusan berdasarkan informasi secara real time. Ini akan membantu mengoptimalkan manajemen rantai pasokan, meningkatkan manajemen inventaris, dan merampingkan operasi. Chatbot bertenaga AI juga akan menjadi lebih umum, memberikan dukungan instan dan personal kepada pelanggan 24/7.

Kesimpulannya, peningkatan adopsi AI dan pembelajaran mesin di eCommerce akan menghasilkan proses yang lebih efisien dan efektif, meningkatkan pengalaman pelanggan, dan meningkatkan daya saing di pasar.

3. Pertumbuhan Voice Shopping

Voice shopping mengacu pada penggunaan perangkat yang diaktifkan suara, seperti Amazon Echo dan Google Home, untuk melakukan pembelian. Tren ini diperkirakan akan terus tumbuh pada tahun 2023 karena semakin banyak konsumen yang mengadopsi perangkat ini dan merasa nyaman menggunakannya untuk berbelanja. Kenyamanan dan kemudahan penggunaan yang ditawarkan oleh voice shopping merupakan faktor utama yang mendorong pertumbuhannya, karena konsumen dapat dengan mudah mengucapkan pesanan mereka tanpa harus berinteraksi secara fisik dengan perangkat atau situs web.

Selain itu, kemajuan dalam pemrosesan bahasa alami (NLP) dan teknologi pengenalan ucapan meningkatkan akurasi dan kecepatan belanja yang diaktifkan dengan suara, membuatnya semakin menarik bagi konsumen. Merek dan pengecer perlu beradaptasi dengan tren ini dengan mengintegrasikan belanja suara ke dalam strategi eCommerce mereka, baik melalui kemitraan dengan perusahaan teknologi atau dengan mengembangkan aplikasi pengaktifan suara mereka sendiri. Secara keseluruhan, pertumbuhan voice shopping diperkirakan akan berdampak signifikan pada industri eCommerce pada tahun 2023 dan seterusnya.

4. Pembeli mencari barang bekas

Tren belanja barang bekas atau barang bekas telah berkembang dalam beberapa tahun terakhir, karena konsumen menjadi lebih sadar akan dampaknya terhadap lingkungan dan berupaya membuat keputusan pembelian yang lebih berkelanjutan. Pada tahun 2023, tren ini diperkirakan akan berlanjut, karena pembeli semakin mencari alternatif selain membeli produk baru dan mencari obral barang bekas seperti pakaian, elektronik, dan peralatan rumah tangga.

Penjualan barang bekas dapat menawarkan pilihan yang lebih terjangkau bagi konsumen, dan banyak pasar online bermunculan untuk menghubungkan pembeli dan penjual barang bekas. Selain itu, toko barang bekas dan toko konsinyasi juga mengalami peningkatan bisnis.

Karena tren ini terus berkembang, perusahaan eCommerce mungkin perlu mempertimbangkan untuk memasukkan penjualan barang bekas ke dalam penawaran mereka untuk memenuhi permintaan konsumen yang mencari opsi yang lebih berkelanjutan.

5. Alat konversi akan sangat penting

“Alat konversi akan sangat penting” mengacu pada semakin pentingnya alat dan teknologi yang membantu bisnis eCommerce mengoptimalkan tingkat konversi mereka, atau persentase pengunjung ke situs web mereka yang akhirnya melakukan pembelian. Dalam lanskap eCommerce yang sangat kompetitif, bisnis harus terus mencari cara untuk meningkatkan pengalaman pelanggan dan meningkatkan penjualan, dan alat konversi memainkan peran penting dalam upaya ini.

Contoh alat konversi mencakup pengujian A/B, perangkat lunak personalisasi, solusi pengabaian keranjang belanja, dan sistem pelacakan perilaku pengguna. Alat ini membantu bisnis mengidentifikasi area yang perlu ditingkatkan di situs web mereka, seperti waktu muat yang lambat, navigasi yang membingungkan, dan proses pembayaran, serta membuat perubahan yang dapat meningkatkan rasio konversi dan meningkatkan pendapatan.

Saat eCommerce terus tumbuh dan berkembang, alat konversi akan menjadi semakin penting bagi bisnis yang ingin tetap terdepan dalam persaingan dan memberikan pengalaman terbaik kepada pelanggan mereka. Dengan memanfaatkan alat ini, bisnis dapat memperoleh pemahaman yang lebih dalam tentang kebutuhan dan perilaku pelanggan mereka, serta membuat keputusan berdasarkan data untuk mengoptimalkan perjalanan pelanggan dan mendorong penjualan.

6. Retensi pelanggan akan sangat penting untuk kesuksesan

Retensi pelanggan adalah proses menjaga pelanggan kembali untuk melakukan pembelian berulang, dan ini akan menjadi faktor penting dalam kesuksesan bisnis eCommerce di tahun 2023 dan seterusnya. Ada beberapa alasan mengapa retensi pelanggan akan sangat penting:

Hemat Biaya: Mempertahankan pelanggan yang sudah ada biasanya lebih murah daripada mendapatkan yang baru.

Peningkatan Nilai Umur: Pelanggan berulang cenderung menghabiskan lebih banyak dari waktu ke waktu daripada pelanggan baru, dan mereka juga cenderung merujuk orang lain ke bisnis.

Wawasan Lebih Baik: Mempertahankan pelanggan memberi bisnis akses ke data berharga dan wawasan tentang preferensi dan perilaku mereka, yang dapat digunakan untuk mendorong pengambilan keputusan yang lebih baik dan meningkatkan pengalaman pelanggan.

Keunggulan Kompetitif: Bisnis yang mampu mempertahankan pelanggan secara efektif akan diposisikan lebih baik untuk bersaing di pasar eCommerce yang ramai.

Untuk mempertahankan pelanggan secara efektif, bisnis perlu fokus untuk memberikan pengalaman pelanggan yang unggul, membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan mereka, dan terus meningkatkan produk dan layanan mereka. Ini akan membutuhkan pemahaman yang mendalam tentang kebutuhan pelanggan dan komitmen untuk memenuhi kebutuhan tersebut di setiap tahap perjalanan pelanggan.

7. Hype tanpa kepala dan komposisi itu nyata

Tren eCommerce headless dan composable mengacu pada arsitektur baru untuk membangun dan mengelola toko online. Dalam pengaturan tanpa kepala, ujung depan (lapisan presentasi) situs eCommerce dipisahkan dari ujung belakang (manajemen konten dan data) dan berkomunikasi dengannya melalui API. Pendekatan ini memungkinkan fleksibilitas, skalabilitas, dan inovasi yang lebih besar dalam pengalaman front-end.

Composable eCommerce mengacu pada kemampuan untuk membangun toko online dengan menggabungkan berbagai komponen yang dapat digunakan kembali, seperti gateway pembayaran, katalog produk, dan kalkulator pengiriman. Pendekatan ini memungkinkan bisnis untuk memilih alat terbaik untuk kebutuhan khusus mereka dan merakitnya dengan cara yang sesuai dengan kebutuhan bisnis unik mereka.

Hype headless dan composable adalah nyata karena pendekatan ini mendapatkan popularitas karena kemampuannya untuk memberikan pengalaman pengguna yang lebih baik, waktu pemasaran yang lebih cepat, dan biaya yang lebih rendah dibandingkan dengan solusi eCommerce monolitik tradisional. Selain itu, eCommerce tanpa kepala dan dapat disusun memungkinkan bisnis untuk merangkul teknologi baru, seperti perangkat yang diaktifkan dengan suara dan augmented reality, tanpa terhambat oleh arsitektur yang sudah ketinggalan zaman.

Secara keseluruhan, tren eCommerce headless dan composable merupakan respons terhadap perubahan kebutuhan dan ekspektasi konsumen, serta keinginan bisnis untuk tetap kompetitif dan inovatif dalam lanskap digital yang berkembang pesat.

8. Era aplikasi super telah tiba

Era aplikasi super mengacu pada munculnya aplikasi seluler all-in-one yang menawarkan berbagai layanan, mulai dari komunikasi dan perdagangan hingga hiburan dan gaya hidup. Aplikasi ini menjadi semakin populer dalam beberapa tahun terakhir, karena konsumen mencari pengalaman yang lebih nyaman dan terintegrasi.

Aplikasi super telah mengganggu model bisnis tradisional dan telah menciptakan peluang baru bagi perusahaan untuk menjangkau dan terlibat dengan pelanggan mereka. Misalnya, aplikasi super seperti WeChat dan Grab telah merevolusi cara orang-orang di China dan Asia Tenggara berkomunikasi, membayar barang dan jasa, dan bahkan menginvestasikan uang mereka.

Kemunculan super app didorong oleh beberapa faktor, antara lain meningkatnya penggunaan smartphone, meningkatnya permintaan akan layanan on-demand, dan kebutuhan akan pengalaman yang mulus dan terintegrasi.

Di masa depan, kemungkinan super app akan terus tumbuh dan berkembang, menawarkan lebih banyak layanan dan fitur untuk memenuhi kebutuhan konsumen yang terus berubah. Perusahaan yang mampu merangkul tren ini dan memanfaatkan kekuatan aplikasi super secara efektif akan memiliki posisi yang baik untuk sukses di tahun-tahun mendatang.

9. Meningkatnya Pentingnya Pengalaman Merek yang Menonjol

“Rising Importance of Standout Brand Experience” adalah tren eCommerce yang menekankan pentingnya menciptakan pengalaman unik dan berkesan bagi pelanggan yang lebih dari sekadar menjual produk. Pada tahun 2023, pelanggan akan semakin mengharapkan pengalaman berbelanja yang dipersonalisasi dan menarik yang sejalan dengan nilai dan preferensi mereka.

Merek yang dapat memberikan pengalaman merek yang menonjol akan membedakan dirinya dari pesaingnya dan menciptakan pelanggan yang loyal. Hal ini dapat dicapai melalui hal-hal seperti tampilan produk yang interaktif, rekomendasi yang dipersonalisasi, pengalaman augmented reality, dan integrasi omnichannel yang mulus.

Bisnis yang memprioritaskan pengembangan brand experience yang menonjol akan berada pada posisi yang baik untuk bersaing dalam lanskap eCommerce yang semakin padat dan kompetitif. Tren ini menyoroti perlunya perusahaan eCommerce untuk fokus tidak hanya pada penjualan produk, tetapi pada menciptakan pengalaman merek yang berbeda dan berkesan yang melibatkan dan menggairahkan pelanggan.

10. Fokus pada Efektivitas Pemasaran Online

Salah satu tren utama eCommerce untuk tahun 2023 adalah fokus pada efektivitas pemasaran online. Dengan meningkatnya persaingan di ruang eCommerce, perusahaan perlu memastikan bahwa strategi pemasaran mereka dioptimalkan untuk dampak maksimal. Ini akan melibatkan kombinasi wawasan berbasis data, pemikiran kreatif, dan pemahaman tentang teknologi pemasaran terbaru.

Berikut adalah beberapa cara perusahaan cenderung berfokus pada efektivitas pemasaran online pada tahun 2023:

Pemasaran Berbasis Data: Penggunaan data besar dan analitik lanjutan akan menjadi semakin penting dalam memahami perilaku konsumen dan menyesuaikan kampanye pemasaran untuk audiens target tertentu.

Pemasaran yang Dipersonalisasi: Pemasaran yang dipersonalisasi akan terus menjadi fokus utama, menggunakan wawasan data untuk memberikan pesan yang relevan dan tertarget kepada pelanggan.

Pemasaran Media Sosial: Media sosial akan tetap menjadi komponen penting dari setiap strategi pemasaran, dengan perusahaan berfokus pada pembuatan konten yang menarik dan dapat dibagikan yang beresonansi dengan audiens target mereka.

Influencer Marketing: Influencer marketing akan terus semakin penting, dengan perusahaan yang bermitra dengan influencer media sosial untuk menjangkau audiens baru dan membangun kesadaran merek.

Pemasaran Seluler: Seluler akan menjadi saluran yang lebih penting untuk pemasaran eCommerce, dengan perusahaan yang berfokus pada pengembangan pengalaman dan kampanye pemasaran yang dioptimalkan untuk seluler.

Secara keseluruhan, perusahaan yang berfokus pada efektivitas pemasaran online pada tahun 2023 akan berada pada posisi yang lebih baik untuk menjangkau dan melibatkan audiens target mereka, mendorong konversi, dan pada akhirnya mengembangkan bisnis mereka.

11. Lebih Banyak Konten Video Bentuk Pendek

Konten video berdurasi pendek adalah tren yang diperkirakan akan semakin populer di industri eCommerce pada tahun 2023. Ini mengacu pada video yang singkat, biasanya berdurasi kurang dari satu menit, dan dirancang untuk melibatkan pemirsa dengan cepat dan menyampaikan informasi tentang suatu produk atau merek.

Video berdurasi pendek dapat digunakan untuk berbagai tujuan, termasuk demonstrasi produk, video unboxing, tampilan di balik layar merek, dan ulasan pelanggan. Mereka sangat efektif pada platform media sosial di mana rentang perhatian lebih pendek dan konsumen mencari informasi yang cepat dan mudah dicerna.

Karena semakin banyak konsumen beralih ke video untuk mendapatkan informasi tentang produk dan merek, perusahaan eCommerce kemungkinan akan berinvestasi dalam membuat lebih banyak konten video pendek untuk menarik perhatian mereka dan mendorong penjualan. Selain itu, kemajuan dalam teknologi pembuatan video, seperti kamera smartphone dan aplikasi pengeditan, semakin mempermudah bisnis untuk menghasilkan video pendek berkualitas tinggi.

Secara keseluruhan, konten video berdurasi pendek diharapkan menjadi pendorong utama pertumbuhan industri eCommerce pada tahun 2023 dan seterusnya, karena bisnis ingin menggunakan video untuk terhubung dengan konsumen dan membangun hubungan merek yang lebih kuat.

12. Konsolidasi Tumpukan Teknologi

Konsolidasi Stack Teknologi mengacu pada proses menyederhanakan dan merampingkan alat dan sistem teknologi yang digunakan oleh bisnis eCommerce. Tren ini diperkirakan akan berlanjut pada tahun 2023 karena perusahaan eCommerce berupaya mengurangi kompleksitas dan meningkatkan efisiensi dengan mengkonsolidasikan tumpukan teknologi mereka ke dalam sejumlah kecil alat terintegrasi dan ramah pengguna.

Keuntungan dari konsolidasi tumpukan teknologi mencakup pengurangan biaya, akurasi data yang ditingkatkan, dan peningkatan pengalaman pelanggan melalui perjalanan belanja yang lebih mulus dan terintegrasi. Dengan menyederhanakan infrastruktur teknologinya, bisnis eCommerce juga dapat meningkatkan kemampuannya untuk merespons perubahan kondisi pasar dan kebutuhan pelanggan, yang mengarah pada peningkatan daya saing dan pertumbuhan.

Contoh konsolidasi tumpukan teknologi dalam eCommerce termasuk integrasi beberapa alat manajemen hubungan pelanggan (CRM) ke dalam satu platform, penggunaan platform eCommerce all-in-one yang menyediakan rangkaian alat dan layanan yang komprehensif, dan konsolidasi beberapa pembayaran gateway menjadi satu platform pembayaran terpadu.

Secara keseluruhan, konsolidasi tumpukan teknologi diharapkan menjadi tren utama dalam eCommerce pada tahun 2023 karena bisnis berusaha untuk meningkatkan efisiensi operasional dan daya saing mereka di pasar yang semakin ramai dan dinamis.

13. Lebih Sedikit Ketergantungan pada Pasar

“Lebih Sedikit Ketergantungan pada Pasar” mengacu pada tren bisnis eCommerce yang mengurangi ketergantungan mereka pada pasar online pihak ketiga seperti Amazon dan sebaliknya berfokus pada membangun saluran penjualan langsung ke konsumen (D2C) mereka sendiri. Tren ini didorong oleh beberapa faktor, termasuk keinginan untuk kontrol yang lebih besar atas pengalaman pelanggan, kebutuhan untuk mengakses data dan wawasan pelanggan, serta keinginan untuk membangun hubungan yang lebih kuat dengan pelanggan.

Pada tahun 2023, bisnis eCommerce akan terus mencari cara untuk meminimalkan ketergantungan mereka pada pasar dan fokus untuk membangun merek mereka sendiri, meningkatkan loyalitas pelanggan, dan mendorong pendapatan melalui situs web dan saluran mereka sendiri. Ini kemungkinan akan melibatkan investasi di berbagai bidang seperti desain situs web, layanan pelanggan, dan pemasaran, serta penggunaan teknologi baru seperti AI dan pembelajaran mesin untuk meningkatkan pengalaman berbelanja.

Singkatnya, “Lebih Sedikit Ketergantungan pada Pasar” adalah tren yang mencerminkan keinginan bisnis eCommerce untuk memiliki kendali lebih besar atas pengalaman pelanggan, membangun merek mereka sendiri, dan mendorong pertumbuhan melalui saluran mereka sendiri.

14. Beli Sekarang Bayar Nanti (BNPL)

Model Beli Sekarang, Bayar Nanti, juga dikenal sebagai tagihan yang ditangguhkan atau tagihan cicilan, memungkinkan pembeli untuk membeli barang atau jasa dan membayarnya dengan cicilan reguler selama jangka waktu tertentu, biasanya tanpa bunga. Ini bisa menjadi opsi yang menarik bagi konsumen yang mungkin tidak memiliki dana untuk membayar pembelian di muka, tetapi dapat menganggarkan pembayaran yang lebih kecil dari waktu ke waktu. Selain itu, beberapa penyedia BNPL tidak melakukan pemeriksaan kredit, menjadikannya pilihan yang dapat diakses oleh orang-orang dengan kredit buruk.

Beli Sekarang Bayar Nanti (BNPL) adalah opsi pembayaran populer yang memungkinkan konsumen membeli barang dan jasa sekarang dan membayarnya nanti, biasanya dengan mencicil. Tren ini diperkirakan akan terus meningkat popularitasnya pada tahun 2023 dan seterusnya, karena semakin banyak konsumen yang mencari opsi pembayaran yang fleksibel dan nyaman.

Salah satu manfaat utama BNPL adalah memberikan konsumen kemampuan untuk membeli barang yang mungkin tidak mampu mereka beli di muka, menjadikannya pilihan yang menarik bagi orang-orang dengan anggaran terbatas atau akses yang kurang ke bentuk kredit tradisional. Selain itu, BNPL seringkali tidak memerlukan pemeriksaan kredit atau pembayaran di muka, menjadikannya pilihan yang dapat diakses oleh lebih banyak konsumen.

Untuk bisnis eCommerce, menawarkan BNPL sebagai opsi pembayaran dapat membantu meningkatkan penjualan dan loyalitas pelanggan. Dengan menyediakan opsi pembayaran yang fleksibel kepada konsumen, bisnis dapat mempermudah pelanggan untuk melakukan pembelian, yang berpotensi meningkatkan konversi dan pendapatan. Selain itu, BNPL juga dapat membantu bisnis untuk menarik dan mempertahankan pelanggan yang mungkin mencari cara berbelanja online yang lebih nyaman dan mudah diakses.

Secara keseluruhan, pertumbuhan BNPL adalah tren eCommerce utama yang harus diperhatikan pada tahun 2023, karena semakin banyak konsumen mencari opsi pembayaran yang fleksibel dan nyaman, dan bisnis berusaha menawarkan pengalaman berbelanja yang lancar dan mudah diakses.

15. Program Loyalitas

Program loyalitas eCommerce adalah cara populer bagi bisnis untuk memberi penghargaan kepada pelanggan reguler mereka untuk pembelian berulang. Pelanggan biasanya mendapatkan hadiah seperti uang kembali, diskon, kupon pembelian berikutnya, dan barang gratis. Ini dapat mendorong pelanggan untuk melakukan pembelian berulang, karena mereka tahu mereka akan dihargai atas kesetiaan mereka. Selain itu, bisnis dapat menggunakan data dari program loyalitas mereka untuk memahami perilaku pembelian pelanggan mereka dan memberi mereka penawaran khusus berdasarkan riwayat pembelian unik mereka. Ini dapat membantu meningkatkan retensi dan penjualan pelanggan.

16. Pemasaran Influencer

Pemasaran influencer adalah tren dalam eCommerce yang mengacu pada kemitraan dengan individu yang memiliki banyak pengikut dan terlibat di platform media sosial untuk mempromosikan produk atau layanan. Pada tahun 2023, pemasaran influencer diperkirakan akan terus tumbuh dan berkembang, dengan bisnis mencari cara baru dan inovatif untuk berkolaborasi dengan influencer dan menjangkau audiens target mereka.

Beberapa tren utama dalam pemasaran influencer untuk tahun 2023 meliputi:

Pemasaran Influencer Mikro: Karena pemasaran influencer menjadi lebih jenuh, bisnis diharapkan mengalihkan fokus mereka untuk bekerja dengan mikro-influencer yang memiliki pengikut yang lebih kecil tetapi sangat terlibat.

Peningkatan Keaslian: Konsumen menjadi lebih cerdas dan cerdas, dan mereka mengharapkan pemasaran influencer menjadi otentik dan asli. Bisnis perlu memastikan bahwa kolaborasi mereka dengan influencer transparan dan selaras dengan nilai dan citra merek mereka.

Fokus pada Influencer Ceruk: Influencer ceruk yang melayani industri atau minat tertentu akan menjadi lebih penting bagi bisnis yang ingin menjangkau audiens target tertentu.

Integrasi dengan Belanja Media Sosial: Platform media sosial seperti Instagram dan TikTok terus mengintegrasikan fitur belanja, sehingga memudahkan konsumen untuk membeli produk langsung dari postingan influencer.

Peningkatan Penggunaan Konten yang Dihasilkan Influencer: Konten yang dihasilkan oleh influencer, seperti ulasan produk dan tutorial, akan memainkan peran yang lebih besar dalam proses keputusan pembelian bagi konsumen.

Secara keseluruhan, pemasaran influencer akan tetap menjadi tren utama dalam eCommerce pada tahun 2023, memberikan bisnis peluang untuk menjangkau audiens target mereka melalui konten otentik dan menarik yang dibuat oleh influencer.

17. Pencarian Visual

Pencarian visual adalah tren eCommerce yang diperkirakan akan semakin populer di tahun 2023. Ini adalah teknologi yang memungkinkan pengguna mencari produk dengan mengunggah gambar atau mengambil gambar barang yang mereka minati, alih-alih menggunakan kata kunci.

Pencarian visual menggunakan algoritme pengenalan gambar untuk mengidentifikasi item dalam gambar dan mencocokkannya dengan produk serupa di katalog online. Ini memberi konsumen cara yang lebih intuitif dan alami untuk mencari produk, menjadikan pengalaman berbelanja lebih cepat dan lebih efisien.

Teknologi ini sangat berguna untuk produk fesyen dan dekorasi rumah, di mana konsumen sering memikirkan item tertentu tetapi mungkin tidak mengetahui nama atau deskripsi persisnya. Ini juga dapat membantu mengurangi gesekan dalam proses belanja dengan menghilangkan kebutuhan pelanggan untuk memasukkan kata kunci atau kode produk secara manual.

Pada tahun 2023, kemungkinan lebih banyak perusahaan eCommerce akan mengadopsi teknologi pencarian visual, meningkatkan pengalaman berbelanja bagi konsumen dan mendorong pertumbuhan bisnis.

18. Bangkitnya eCommerce B2B

Bangkitnya eCommerce B2B adalah salah satu tren utama yang diperkirakan akan membentuk industri ini pada tahun 2023. Berikut adalah beberapa aspek utama dari tren ini:

Pertumbuhan Pasar Digital: Pembeli B2B semakin beralih ke pasar digital untuk menemukan produk dan layanan yang mereka butuhkan. Akibatnya, banyak perusahaan B2B menciptakan pasar online mereka sendiri atau bermitra dengan yang sudah ada untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan merampingkan proses penjualan mereka.

Peningkatan Otomasi: B2B eCommerce diharapkan menjadi lebih otomatis pada tahun 2023, dengan penggunaan AI, pembelajaran mesin, dan teknologi lainnya untuk menangani tugas-tugas seperti penetapan harga, manajemen inventaris, dan pemenuhan pesanan.

Penekanan pada Pengalaman Pengguna: Pembeli B2B menuntut pengalaman pengguna yang lebih baik, dengan antarmuka yang mudah digunakan, navigasi intuitif, dan rekomendasi produk yang dipersonalisasi. Perusahaan B2B perlu fokus pada peningkatan kehadiran online mereka untuk memenuhi harapan ini.

Fokus pada Data dan Analitik: B2B eCommerce akan terus mengandalkan data dan analitik untuk mendapatkan wawasan tentang perilaku pelanggan dan mendorong penjualan. Ini akan mencakup penggunaan data besar, analitik prediktif, dan alat lain untuk lebih memahami kebutuhan dan preferensi pelanggan.

Pertumbuhan Strategi yang Mengutamakan Seluler: Dengan lebih banyak pembeli B2B yang menggunakan perangkat seluler untuk meneliti produk dan melakukan pembelian, perusahaan perlu menerapkan strategi yang mengutamakan seluler untuk menjangkau pasar yang berkembang ini. Ini akan mencakup situs web dan aplikasi seluler yang dioptimalkan untuk seluler untuk penjualan dan pembelian B2B.

Kesimpulannya, munculnya eCommerce B2B diharapkan memainkan peran penting dalam membentuk industri pada tahun 2023, memberikan peluang baru bagi bisnis untuk menjangkau lebih banyak pelanggan dan merampingkan proses penjualan mereka.

19. Kemasan yang Disesuaikan Akan Menjadi Lebih Populer

Kemasan yang disesuaikan diharapkan menjadi lebih populer pada tahun 2023 karena konsumen menuntut pengalaman berbelanja yang dipersonalisasi. Perusahaan akan berusaha membedakan diri mereka dengan menawarkan opsi kemasan yang unik dan disesuaikan, mulai dari kotak cetak khusus hingga bahan kemasan yang dipersonalisasi. Tren ini didorong oleh keinginan akan pengalaman unboxing yang lebih berkesan, serta meningkatnya kesadaran akan dampak kemasan terhadap lingkungan.

Selain itu, kemasan yang disesuaikan juga dapat berfungsi sebagai alat pemasaran, karena perusahaan dapat menggunakannya untuk memamerkan merek mereka dan memperkuat identitas merek mereka. Secara keseluruhan, tren menuju kemasan yang disesuaikan merupakan cerminan dari semakin pentingnya personalisasi dan keberlanjutan dalam industri eCommerce, dan bisnis yang menerapkannya akan berada pada posisi yang baik untuk memenuhi kebutuhan pelanggan yang terus berkembang.

20. Bangkitnya Perdagangan Sosial

Perdagangan sosial mengacu pada penggunaan platform media sosial untuk menjual produk dan terlibat dengan pelanggan. Karena penggunaan media sosial terus meningkat, semakin banyak merek yang menggunakan perdagangan sosial untuk bertemu pelanggan di mana pun mereka berada dan mendorong penjualan. Konsumen semakin mengandalkan umpan sosial mereka untuk belanja, saran, dan penjualan e-niaga. Menurut laporan baru-baru ini, 48% konsumen sekarang cenderung membeli langsung dari TikTok, platform media sosial yang sangat populer di kalangan Gen Z. Generasi ini diketahui menggunakan TikTok untuk pencarian dan rekomendasi produk, dengan banyak dari mereka menemukannya. lebih berguna daripada Google.

Merek dapat memanfaatkan tren ini dengan menyiapkan kehadiran di TikTok dan platform media sosial lainnya, membuat konten menarik yang mempromosikan produk mereka, dan memudahkan pelanggan untuk membeli langsung dari profil media sosial mereka. Dengan melakukannya, mereka dapat menjangkau audiens yang besar dan terlibat serta mendorong lebih banyak penjualan. Selain itu, iklan media sosial juga dapat digunakan untuk menjangkau audiens yang ditargetkan dan mendorong penjualan.

Karena penggunaan media sosial terus meningkat, semakin penting bagi merek untuk memiliki kehadiran yang kuat di media sosial untuk menjangkau dan terlibat dengan pelanggan.

21. Memperluas Kemampuan Multisaluran

Ritel omnichannel mengacu pada praktik memberikan pengalaman berbelanja yang mulus kepada pelanggan di berbagai saluran, seperti online, seluler, dan di dalam toko. Dengan banyaknya pelanggan yang menggunakan ponsel cerdas saat berbelanja di dalam toko, penting bagi pengecer untuk memastikan bahwa kehadiran online mereka konsisten dengan pengalaman di dalam toko. Ini termasuk memberikan informasi produk yang akurat, harga yang konsisten, dan citra merek yang konsisten di semua saluran. Dengan menciptakan pengalaman pelanggan yang konsisten di semua titik kontak, peritel dapat membangun kepercayaan dan loyalitas dengan pelanggan mereka, yang pada akhirnya mengarah pada peningkatan penjualan dan retensi pelanggan.

22. Belanja langsung

Belanja langsung, juga dikenal sebagai streaming langsung, adalah tren populer di eCommerce di mana pengecer mempresentasikan produk mereka melalui streaming video langsung di platform media sosial. Pendekatan ini memungkinkan interaksi waktu nyata antara pengecer dan pelanggan, di mana pelanggan dapat mengajukan pertanyaan, menerima tanggapan, dan melakukan pembelian selama siaran langsung. Interaktivitas belanja langsung adalah keuntungan utama yang memungkinkan merek menjadi kreatif dalam cara mereka menyajikan produk dan terlibat dengan pelanggan.

Belanja langsung semakin populer, dengan prediksi bahwa pasar streaming langsung global akan mencapai €237 miliar pada tahun 2027. Hal ini menghadirkan peluang bagi bisnis eCommerce untuk mendapatkan beberapa keuntungan seperti keterlibatan yang lebih baik, peningkatan penjualan, peningkatan kesadaran merek, dan kemampuan untuk mendorong pembelian impulsif. Belanja langsung dapat menjadi alat yang ampuh bagi bisnis eCommerce untuk terhubung dengan pelanggan mereka secara waktu nyata, meningkatkan konversi, dan mendorong penjualan.

23. Metode Pembayaran

Salah satu alasan utama pengabaian keranjang belanja adalah proses checkout yang sulit atau rumit. Pelanggan cenderung meninggalkan barang di keranjang mereka dan mencari penjual online dengan proses yang lebih sederhana jika mereka merasa kesulitan untuk menyelesaikan pembelian. Untuk mengurangi tingkat pengabaian keranjang belanja, bisnis e-niaga harus berfokus untuk membuat proses pembayaran sesederhana dan seramah mungkin. Dompet digital telah muncul sebagai metode pembayaran online yang populer, terhitung sekitar setengah dari transaksi pembayaran e-niaga di seluruh dunia. Dompet digital, seperti Apple Pay, Google Pay, dan PayPal, menyimpan informasi pembayaran pelanggan dan memungkinkan mereka menyelesaikan transaksi dengan beberapa klik, membuat proses pembayaran lebih cepat dan nyaman. Dengan menawarkan opsi dompet digital, bisnis e-niaga dapat meningkatkan pengalaman pelanggan dan mengurangi tingkat pengabaian keranjang belanja.

24. Iklan Inventaris Lokal Google (LIA)

Iklan Inventaris Lokal Google (LIA) adalah fitur yang memungkinkan retailer untuk mengiklankan inventaris dalam toko mereka kepada pembeli terdekat melalui Google Penelusuran dan Google Maps. Saat pengguna menelusuri produk tertentu di Google, produk yang tersedia di toko terdekat akan disorot, memberikan opsi kepada pengguna untuk mengunjungi toko untuk memeriksa atau menguji produk sebelum melakukan pembelian. Fitur ini membantu mencegah pembelian yang tidak perlu dengan memberikan pelanggan kesempatan untuk memeriksa barang secara fisik sebelum membeli.

Google mengklaim bahwa pelanggan yang memiliki kesempatan untuk memeriksa produk secara fisik lebih cenderung melakukan pembelian. Google memulai proyek Iklan Inventaris Lokal pada tahun 2017, dan sekarang tersedia di 20 negara. Ini telah menjadi fitur populer untuk pengecer karena memungkinkan mereka untuk mengiklankan inventaris di dalam toko mereka ke pelanggan terdekat, dan meningkatkan lalu lintas pejalan kaki ke toko mereka.

Fitur ini dapat sangat bermanfaat bagi pengecer bata-dan-mortir yang ingin bersaing dengan pengecer online.

25. Cookie

Cookie pihak ketiga adalah bagian kecil dari data yang dikumpulkan oleh browser web untuk tujuan periklanan dan disimpan ke komputer pengguna atau perangkat lain saat mereka menjelajahi situs web. Cookie ini ditempatkan oleh domain selain yang dikunjungi pengguna. Google saat ini berfokus pada penghapusan cookie pihak ketiga di Google Chrome, yang merupakan browser web yang paling banyak digunakan di dunia dengan pangsa pasar lebih dari 65%. This change will have an impact on e-commerce businesses, as they will need to find alternative ways to track and target users for advertising.

The phase-out of third-party cookies has been postponed to 2023 due to challenges connected with finding GDPR-compliant alternatives and ensuring that advertisers maintain their investments in the open web. This gives e-commerce businesses some time to adapt and find alternative ways to track and target users for advertising, such as using first-party data and browser-based tracking solutions.

It is important for e-commerce businesses to pay attention to this change and start to prepare for it. They should start thinking about alternative ways to track and target users for advertising and consider working with experts in the field to ensure compliance and maintain their investments in the open web.

26. Sustainability

Achieving eCommerce sustainability means building a brand that supports environmentally-friendly practices, such as using green packaging materials, reducing carbon emissions from shipping, and implementing energy-efficient operations. This not only helps to reduce the environmental impact of the business but also can be an important issue for many consumers, who are becoming more conscious of the environmental impact of their purchases.

Many large eCommerce companies, such as Apple and Amazon, are investing in sustainability initiatives to reduce their environmental impact and appeal to environmentally-conscious consumers. These companies are looking for ways to reduce their carbon footprint by investing in renewable energy, recycling, and reducing waste. They also try to implement sustainable practices in their supply chain, packaging, and transportation. This can help to increase customer loyalty, attract new customers, and also improve their reputation, it can also help to reduce costs in the long term.

27. Customer service

Customer service expectations are changing, and e-commerce businesses need to adapt to meet the new standards. Customers want fast and efficient responses to their queries, and they prefer to use familiar channels such as WhatsApp, Instagram, and Facebook Messenger. To meet these expectations, more e-commerce businesses are adopting chatbots to provide 24/7 customer support. Flexible returns are also becoming increasingly important to customers.

A survey found that 67% of shoppers check the return policy before making a purchase. E-commerce businesses need to have a clear and easy-to-understand return policy in place, and they should also make it easy for customers to initiate a return. Customers also want total visibility into their orders, including the ability to track the progress of their package and receive updates about arrival times.

This is important for building trust and loyalty with customers, as they want to know where their package is and when it will arrive. E-commerce businesses should also ensure that their deliveries arrive on time, as late deliveries can lead to dissatisfaction among customers.

28. Inflation issue

Inflation is likely to be a key issue affecting eCommerce trends in 2023. Inflation refers to the sustained increase in the general price level of goods and services in an economy over a period of time. This can have a significant impact on the eCommerce industry in several ways:

Increased Operating Costs: Inflation can result in higher operating costs for eCommerce businesses, such as increased costs for shipping, logistics, and inventory management.

Higher Prices for Consumers: Inflation can lead to higher prices for consumer goods, making it more expensive for consumers to shop online.

Decreased Purchasing Power: With higher prices and stagnant wages, consumers may have less disposable income to spend on online purchases, leading to a decrease in consumer spending.

Changes in Consumer Behavior: Inflation can cause changes in consumer behavior, such as a shift towards more cost-effective purchasing decisions and a decrease in impulse buying.

To mitigate the impact of inflation, eCommerce businesses may need to implement strategies such as cost-cutting measures, price adjustments, and increased efforts to provide value to customers. Staying aware of the inflation issue and adapting to its effects can help eCommerce businesses remain competitive and continue to thrive in the ever-changing eCommerce landscape.

29. Re-commerce

Re-commerce, also known as the circular economy, is an eCommerce trend that refers to the buying and selling of used or refurbished products. It is a growing trend as consumers become more conscious of the environmental impact of their purchasing decisions and look for more sustainable alternatives to traditional retail.

In 2023, re-commerce is expected to become more mainstream as consumers continue to prioritize sustainability and as eCommerce companies invest in systems and processes to make buying and selling used products easier and more convenient. The use of technology such as blockchain and AI can also help to authenticate and verify the condition of used products, building trust and confidence in the e-commerce market.

Overall, re-commerce represents a significant opportunity for businesses to tap into the growing demand for sustainable products, while also providing consumers with an alternative to fast fashion and other unsustainable retail practices.

30. Personalization

E-commerce has grown in popularity in recent years, but consumers still value the personalized shopping experience that they can get from in-store shopping. They want the same experience online, with personalized shopping suggestions, promotions, and content that addresses them by name and understands their tastes. This can be achieved through the use of personalization technology, such as machine learning and artificial intelligence, which can analyze customer data and provide personalized recommendations.

Many e-commerce businesses are using personalization to provide a more personalized shopping experience for their customers. By gathering data on customer preferences, size, and shopping habits, e-commerce businesses can provide personalized product recommendations, targeted promotions, and personalized content.

Personalization can also be used to improve the customer experience by providing a more personalized and tailored shopping experience, which can lead to increased customer loyalty and sales. To provide a personalized shopping experience, e-commerce businesses should focus on collecting and analyzing customer data, using personalization technology, and providing personalized recommendations, promotions, and content.

31. Subscription commerce

Subscription commerce refers to a business model where customers pay a recurring fee to receive access to products or services on a regular basis. This model has gained popularity in recent years, particularly in the areas of monthly box services, software as a service (SaaS), and streaming services.

In the eCommerce industry, subscription commerce is expected to continue its growth trend in 2023 and beyond. Subscription services provide a convenient and personalized shopping experience for customers, as well as a predictable revenue stream for businesses. Additionally, subscription models can drive customer loyalty and increase lifetime customer value.

Some of the key benefits of subscription commerce for businesses include reduced churn, increased customer engagement, and the ability to collect valuable data on customer preferences and behavior. For customers, subscription services offer convenience, affordability, and a sense of community through shared experiences with other subscribers.

Overall, subscription commerce is a trend to watch in the eCommerce industry in 2023, as it offers a compelling value proposition for both businesses and consumers.

32. BOPIS

BOPIS stands for “Buy Online, Pick Up In Store”. It refers to a growing trend in eCommerce where consumers have the option to purchase products online and then pick them up at a physical store location. This trend combines the convenience of online shopping with the ability to physically inspect a product before making a purchase.

BOPIS has become increasingly popular due to the convenience and speeds it offers to consumers, who can avoid shipping wait times and have the option to see and try out products in person. It also allows retailers to provide a more integrated shopping experience and can help drive foot traffic to physical stores.

In 2023, BOPIS is expected to continue to grow in popularity as a fulfillment option, particularly in response to the ongoing pandemic and its impact on brick-and-mortar retail. Retailers will likely invest in technology to streamline the BOPIS process and offer an even more seamless and convenient experience for customers.

33. New consumers enter market spaces

One trend in eCommerce for 2023 is the emergence of new consumers entering market spaces. As eCommerce continues to grow and evolve, new demographics and segments of consumers are becoming more active in online shopping. This includes older adults who are increasingly comfortable with technology and shopping online, as well as younger generations who have grown up with the internet and mobile devices.

New consumers entering the market will bring unique needs and preferences, leading to a diversification of eCommerce offerings. Retailers and brands will need to adapt their strategies to meet the needs of these new customers, such as offering greater product variety and providing more personalized shopping experiences.

Additionally, the entry of new consumers into the market will increase competition and drive innovation in the eCommerce industry. Businesses will need to stay ahead of the curve by adopting new technologies and exploring new marketing channels to reach these customers and stay relevant in a rapidly changing market.

34. Augmented reality, AI, Metaverse

Augmented Reality (AR): AR is a technology that overlays digital information in the real world, providing consumers with a more immersive and interactive shopping experience. In 2023, AR is expected to become more widespread in eCommerce, allowing customers to virtually try on products, preview furniture in their homes, and more.

Artificial Intelligence (AI): AI is playing an increasingly important role in eCommerce, helping businesses personalize the shopping experience, automate tasks, and improve decision-making. In 2023, AI is expected to continue to become more advanced and integrated into various aspects of eCommerce, such as product recommendations, fraud detection, and marketing.

Metaverse: The metaverse is a concept of a shared virtual space where people can interact in a virtual world. In 2023, the metaverse is expected to become more mainstream as a platform for eCommerce, allowing customers to shop in virtual environments, attend virtual events, and more. This trend could transform the way consumers experience shopping, creating new opportunities for businesses to engage with their customers.

35. Delivery

Delivery is expected to be a major focus in the eCommerce industry in 2023, as consumers demand faster and more convenient delivery options. Here are some of the key trends related to delivery:

Same-Day Delivery: The demand for same-day delivery is growing and it is expected to become the norm in 2023.

Expansion of Delivery Services: The growth of eCommerce will lead to an expansion of delivery services, including drones, robots, and autonomous vehicles.

Increased Use of Subscription Services: Subscription services, such as monthly boxes and recurring delivery, will continue to gain popularity among consumers.

Green Delivery Options: The focus on sustainability will drive growth in environmentally-friendly delivery options, such as electric vehicles and bike delivery.

Personalized Delivery Options: Personalized delivery options, such as real-time tracking and customizable delivery windows, will become more prevalent in 2023.

Use of AI and Machine Learning: AI and machine learning technologies will be used to optimize delivery routes, predict delivery times, and reduce delivery costs.

These delivery trends will play a crucial role in shaping the future of eCommerce, as businesses strive to meet the expectations of their customers and deliver products in a fast, convenient, and sustainable manner.

Kesimpulan

Industri eCommerce terus berkembang dan beradaptasi dengan teknologi baru dan permintaan konsumen. Pada tahun 2023, kita dapat berharap untuk melihat pertumbuhan lanjutan AI dan pembelajaran mesin, ritel omnichannel, belanja suara, teknologi AR dan VR, keberlanjutan, teknologi pembayaran yang muncul, dan pentingnya konten buatan pengguna.

Bisnis yang memperhatikan tren ini dan merespons lanskap yang berubah secara proaktif akan memiliki posisi yang baik untuk sukses. Ini adalah waktu yang menyenangkan untuk eCommerce, dan perusahaan yang merangkul perubahan dan berinovasi akan menjadi perusahaan yang berkembang dalam industri yang bergerak cepat dan terus berkembang ini.

Kesimpulannya, tren eCommerce di tahun 2023 menghadirkan lanskap yang dinamis dan beragam, penuh dengan peluang bagi perusahaan untuk tetap menjadi yang terdepan dan memberikan pengalaman berbelanja yang benar-benar luar biasa kepada pelanggan.