Pro dan Kontra Berbagai Format File Pengiriman Data
Diterbitkan: 2018-01-16Jumlah data yang dikumpulkan, disimpan, dan diproses oleh bisnis telah meningkat beberapa kali lipat, begitu pula dengan kompleksitas yang terkait dengan penanganan data dan pengelolaan data. Situasi ini membutuhkan solusi yang lebih sederhana dan lebih andal untuk kebutuhan data besar bisnis dan standarisasi format file pengiriman data.
Kecuali Anda memiliki persyaratan khusus di mana jenis file tertentu lebih disukai daripada yang lain, Anda mungkin dengan mudah bingung dengan berbagai opsi yang tersedia. Kami akan mengungkap pro dan kontra format pengiriman data yang berbeda di posting ini.
Format File Pengiriman Data
1. CSV
CSV adalah format data struktur datar yang ideal hanya untuk aplikasi kecil. Dibandingkan dengan XML dan JSON, CSV membutuhkan lebih sedikit keterampilan teknis dan dapat diakses menggunakan sebagian besar aplikasi. Kelemahan menggunakan CSV adalah pengkodean harus diatur dalam aplikasi yang menangani file agar semua karakter ditampilkan dengan benar. CSV tidak direkomendasikan untuk proyek data berskala besar dan kompleks.
2. JSON
JSON adalah format data yang sangat fleksibel yang mendukung struktur bersarang, artinya titik data Anda dapat memiliki beberapa subkategori. Menangani format JSON membutuhkan daya pemrosesan yang sedikit lebih sedikit dibandingkan dengan rekan-rekannya dan juga ringan. Satu-satunya kekurangan adalah parser harus diprogram untuk mengakses data dalam file JSON yang mungkin membutuhkan tenaga teknis. JSON adalah format data yang direkomendasikan untuk aplikasi yang kompleks dan berskala besar.
3. XML
XML mirip dengan JSON dalam banyak hal selain dari kebutuhan daya pemrosesan yang sedikit lebih tinggi. Ini mendukung struktur bersarang seperti JSON dan merupakan format data paling populer di web. Jika Anda menggunakan data untuk proyek yang berhubungan dengan web, XML bisa sangat cocok.
4. MS Excel
MS Excel bukan format data yang sesuai untuk proyek big data yang serius dan tidak ditawarkan sebagai bagian dari solusi kami. Anda dapat membaca lebih lanjut tentang mengapa MS Excel tidak cocok untuk proyek data.

Mode Pengiriman Data
1. Dropbox
Dropbox, menjadi layanan yang berfokus pada konsumen sangat mudah digunakan. Namun, ini memiliki batasan pada kapasitas penyimpanan dan mungkin bukan pilihan yang baik jika Anda mengharapkan data dalam jumlah besar.
2. Kotak
Box bekerja mirip dengan Dropbox dan bisa menjadi solusi yang cocok jika volume data yang diharapkan tidak terlalu tinggi. Ini juga ramah pengguna dan bisa sangat bagus jika Anda tidak terbiasa dengan AWS dan Microsoft Azure.
3. API PromptCloud
Kami mengirimkan data melalui API kami sendiri sebagai opsi gratis untuk mengakses data. Mengambil data dari API akan membutuhkan beberapa keterampilan teknis tetapi merupakan opsi ideal jika Anda dapat membangun aplikasi untuk mengekstrak data segera setelah tersedia. Namun, jika data Anda menyertakan file seperti gambar atau PDF, API tidak dapat digunakan dan Anda harus memilih opsi unggah file.
4. Amazon S3
Amazon S3 adalah opsi hebat dan serbaguna untuk perusahaan dengan persyaratan data yang kompleks dan berskala besar. Karena fitur ketahanan dan keamanannya, S3 menjadi mode pengiriman data yang ideal. Jika Anda ragu tentang mode pengiriman mana yang harus dipilih, S3 adalah pilihan yang aman.
5. FTP
Kami juga dapat mendorong data langsung ke server FTP Anda sendiri. Mode pengiriman ini berfungsi seperti opsi lainnya tetapi aspek keamanan data Anda harus ditangani secara internal dan itu bisa menjadi tantangan bagi banyak bisnis kecil.
Catatan: Selain mode pengiriman yang disebutkan di atas, kami juga terbuka untuk mengunggah data ke Microsoft Azure dan Google Cloud.
Faktor yang Perlu Dipertimbangkan saat Memilih Format Pengiriman Data Anda
1. Kompatibilitas dengan Sistem Anda
Anda harus memeriksa kompatibilitas antara sistem analitik data besar yang ada dengan format dan mode pengiriman. Meskipun ini tidak perlu dipikirkan, masalah kompatibilitas di kemudian hari dapat menyebabkan Anda harus memproses ulang sejumlah besar data yang sangat tidak nyaman dan belum lagi membuang waktu, tenaga, dan biaya.
2. Fleksibilitas
Sebaiknya selalu memilih format data yang fleksibel karena memberikan lebih banyak ruang untuk penyesuaian jika Anda memutuskan untuk membangun kembali sistem data besar Anda. Sederhananya, format fleksibel memberi Anda lebih banyak kemungkinan dibandingkan dengan format kaku seperti MS Excel yang hanya bagus untuk proyek skala kecil dan terbatas.
3. Memproses Persyaratan Daya
Persyaratan daya pemrosesan bervariasi tergantung pada format data dan mode pengiriman yang Anda pilih. Beberapa format sedikit lebih haus sumber daya daripada yang lain dan Anda dapat memilih yang sesuai dengan tagihan Anda.
4. Ruang Penyimpanan
Anda harus memiliki gagasan yang jelas tentang volume data yang Anda harapkan dari proyek perayapan web dan memilih mode pengiriman data yang dapat menangani volume tersebut. Ini akan membantu Anda memilih opsi pengiriman yang optimal dan membantu menghindari kemacetan di kemudian hari.
Kesimpulan
Memilih format dan mode pengiriman data yang tepat akan memiliki efek jangka panjang pada kemudahan operasi penanganan data di organisasi Anda. Kompatibilitas, fleksibilitas, kebutuhan daya komputasi, dan ruang penyimpanan adalah beberapa hal penting yang harus Anda pertimbangkan sebelum memilih metode pengiriman data. Format pengiriman Anda juga akan menentukan apakah atau bagaimana Anda dapat menskalakan saluran data besar Anda. Mengevaluasi berbagai format pengiriman data dengan pro dan kontranya akan membantu Anda membuat keputusan yang tepat dalam hal memilih yang tepat.
