Gunakan Prinsip Desain yang Tepat untuk Visaulisasi Data yang Efektif
Diterbitkan: 2018-03-03Peran visualisasi data dalam mengkomunikasikan wawasan kompleks yang tersembunyi di dalam data sangat penting. Sementara ilmuwan dan analis data memiliki mata untuk menggali wawasan utama dari visualisasi yang kompleks sekalipun, pemangku kepentingan bisnis teratas atau orang biasa mungkin tidak dapat melakukan hal yang sama. Dan inilah yang membuat visualisasi data yang efektif menjadi kebutuhan saat ini. Mengkomunikasikan data secara efektif adalah sebuah seni. Namun, banyak ilmuwan data tertinggal dalam hal desain dan aspek estetika dalam memvisualisasikan data.
Subreddit r/dataisbeautiful di Reddit adalah tempat yang tepat untuk menemukan beberapa visualisasi data yang dikuratori dari seluruh web. Berikut adalah beberapa prinsip desain utama untuk membuat visualisasi data yang indah dan efektif untuk semua orang.
Visualisasi Data Efektif dengan Delapan Prinsip Desain
1. Seimbangkan Desainnya
Desain yang seimbang adalah desain dengan elemen visual seperti bentuk, warna, ruang negatif, dan tekstur yang terdistribusi secara merata di seluruh plot. Ini tidak berarti bahwa desain harus merupakan salinan persis dari yang lain. Anda dapat memunculkan keseimbangan asimetris dengan mengimbangi grafik yang lebih besar dan grafik dengan elemen yang lebih kecil.
Ada tiga jenis keseimbangan dalam desain:
- Simetris–Setiap sisi visual sama dengan yang lain
- Asimetris–Kedua sisi berbeda tetapi tetap memiliki bobot visual yang serupa
- Radial–Elemen ditempatkan di sekitar objek pusat yang bertindak sebagai jangkar
Anda harus mencari tahu jenis keseimbangan mana yang paling cocok untuk visualisasi data Anda dan menerapkannya.
2. Tekankan Area Utama
Perhatian pengguna harus diarahkan ke titik data yang tepat dengan memilih ukuran, warna, kontras, dan ruang negatif secara hati-hati. Tujuan dari visualisasi data adalah untuk memastikan bahwa data penting tidak luput dari perhatian dan menekankan itu membantu. Karena perhatian pengguna pertama kali jatuh di sudut kiri atas plot, Anda harus menempatkan titik data penting di sana.
3. Ilustrasi Gerakan
Gerakan mengarahkan perhatian pengguna ke arah tertentu, seperti penekanan. Elemen visual Anda harus meniru gerakan dalam pola "F", begitulah cara orang membaca. Mulai dari kiri atas ke kanan, dan secara bertahap ke bawah halaman.

Anda juga dapat mengilustrasikan gerakan melintasi halaman dengan menggunakan warna pelengkap yang dapat menangkap pandangan pemirsa dan membawanya melintasi halaman. Prinsip ini lebih berlaku untuk visualisasi statis. Jika alat visualisasi data Anda mampu membuat animasi dan desain interaktif, aspek gerakan harus sudah tercakup.
4. Penggunaan Pola yang Cerdas
Elemen desain yang berulang membentuk pola. Dalam hal memvisualisasikan data Anda, pola merupakan cara yang bagus untuk menampilkan jenis informasi serupa yang tersebar di seluruh halaman sebagai satu kesatuan. Jika data pada halaman terlalu banyak untuk ditekankan, membuat pola dengan menggunakan warna, jenis bagan, dan elemen yang serupa adalah cara yang harus dilakukan.
Pola juga memudahkan untuk mengomunikasikan anomali, karena gangguan apa pun pada pola secara alami akan menarik perhatian dan rasa ingin tahu pemirsa. Menggunakan pola adalah salah satu prinsip desain paling sederhana dan paling efektif dalam hal visualisasi data.
5. Proporsi
Jika Anda akan menggambar burung di pohon, pohon itu akan jauh lebih besar dibandingkan dengan burung. Dalam visualisasi data, proporsi terdiri dari ukuran setiap elemen pada halaman. Proporsi dalam visualisasi data dapat menunjukkan bobot kumpulan data yang berbeda dan hubungan antara nilainya.
Jika Anda perlu menekankan pentingnya titik data tertentu, yang harus Anda lakukan adalah membuatnya lebih besar dari yang lain. Selain itu, Anda harus memastikan bahwa bagan mencerminkan keterkaitan berbagai angka seakurat mungkin. Misalnya, jika sebuah irisan dalam diagram lingkaran ditandai 36%, itu harus benar-benar menggunakan 36% dari area di dalam diagram.
6. Irama yang Tepat
Irama adalah prinsip desain yang agak kabur yang terkait erat dengan gerakan. Sebuah desain dikatakan memiliki ritme yang seimbang ketika elemen-elemen desain bersama-sama menciptakan gerakan yang enak dipandang. Jika elemen desain seperti bentuk, warna, atau proporsi bersama-sama menciptakan "ketidaksesuaian", Anda mungkin ingin mengatur ulang mereka untuk memfasilitasi pergerakan mata yang mulus di seluruh data.
7. Variasi
Variasi adalah faktor penting yang membuat pemirsa tetap terlibat dan tertarik dengan data Anda. Ini semua tentang menemukan cara untuk memvisualisasikan data Anda menggunakan elemen desain yang berbeda dan menarik untuk menghindari pengulangan. Hasilnya adalah visualisasi data yang tidak hanya menarik perhatian tetapi juga membantu pemirsa menyimpan informasi yang disajikan lebih lama.
8. Tema
Tema terpadu memastikan setiap bagian dari desain Anda konsisten dan mengikuti standar. Ini harus terjadi secara alami jika Anda telah memperhatikan prinsip-prinsip desain yang disebutkan di atas. Anda dapat memasukkan tema untuk perusahaan Anda atau berdasarkan niche visualisasi. Ini membantu terhubung dengan pengguna pada tingkat yang lebih dalam dan menambah desain visual.
Visualisasi Data yang Efektif
Kami sekarang menyaksikan ledakan besar dalam jumlah data dan aplikasinya. Analisis dan visualisasi data adalah salah satu kasus penggunaan data besar teratas dan banyak bisnis menghadirkan visualisasi data yang menarik untuk analisis bisnis internal mereka serta untuk paparan media. Visualisasi data juga merupakan salah satu jenis konten berkinerja tinggi untuk situs media populer saat ini. Dengan mengikuti prinsip-prinsip desain dasar ini, analis dan profesional pelaporan dapat mengomunikasikan wawasan dalam data mereka secara lebih efektif, yang diterjemahkan menjadi situasi yang saling menguntungkan bagi pembuat konten dan juga konsumen.
