Bagaimana Memulai Bisnis Upcycling
Diterbitkan: 2022-01-26Bisnis upcycling telah berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir, terutama karena orang menjadi lebih sadar akan keberlanjutan dan potensi upcycling. Jika Anda mencari ide bisnis kecil yang benar-benar dapat diterima oleh calon pelanggan, menjual produk daur ulang adalah salah satu ide bisnis terbaik untuk dipertimbangkan.
Apa itu Upcycling?
Sebelum kita terjun ke bisnis upcycling, pertama-tama mari kita buat definisinya. Upcycling adalah ketika Anda mengambil produk lama dan memodifikasinya menjadi yang baru. Ini bisa berkisar dari perubahan kosmetik seperti lapisan cat dan membuat perbaikan kecil hingga perubahan yang lebih luas untuk mengubah sesuatu yang lama menjadi sesuatu yang baru.
Bisakah Anda Membuat Bisnis dari Upcycling?
Ada banyak orang yang menjalankan bisnis sukses berdasarkan produk daur ulang. Bisnis seperti itu pasti mungkin, dan ini bisa menjadi cara yang bagus untuk mengambil sesuatu yang lama dan memberinya kehidupan baru dengan menggunakan bahan-bahan bekas untuk menciptakan sesuatu yang baru. Ada berbagai produk yang dapat didaur ulang dan dijual, termasuk furnitur dan pakaian. Dan kunci untuk memastikan kesuksesan Anda adalah mengetahui di mana menjual barang-barang buatan tangan secara lokal atau online.
Mengapa Anda Harus Mempertimbangkan Memulai Bisnis Upcycling
Ada banyak alasan untuk mempertimbangkan memulai bisnis upcycling, seperti:
- Keberlanjutan: Mendaur ulang lebih baik bagi lingkungan karena Anda mengambil barang lama dan mengubahnya menjadi sesuatu yang baru daripada membuat sesuatu dari awal.
- Menghemat uang: Pemilik usaha kecil menghemat uang dengan menemukan barang-barang bekas dengan harga rendah di toko-toko lokal dan toko barang bekas untuk didaur ulang dan dijual.
- Keunikan: Bagi banyak bisnis kecil, upcycling adalah cara yang bagus untuk menjadi kreatif dan membuat produk yang benar-benar unik yang disukai pelanggan dan terus datang kembali.
- Mudah untuk memulai: Bisnis daur ulang memiliki biaya awal dan biaya berkelanjutan yang lebih rendah karena tidak perlu menunggu produk dibuat atau diambil sampelnya. Anda dapat mulai mencari item untuk didaur ulang segera, jadi lebih mudah untuk mengontrol pertumbuhan bisnis.
Bagaimana Memulai Bisnis Upcycling | 17 Langkah Sederhana
Jika Anda berpikir tentang upcycling sebagai bisnis sampingan, berikut adalah beberapa langkah untuk memulai. Ada banyak jenis bisnis upcycling, jadi ini benar-benar tentang apa yang sesuai dengan Anda. Misalnya, Anda dapat memulai bisnis upcycling furnitur, bisnis upcycling pakaian, tekstil, dan bisnis upcycling seni tergantung pada minat Anda.
1. Teliti Kompetisi Anda
Sebelum Anda mulai membeli barang bekas dan furnitur lama, penting untuk melihat bisnis lain yang menawarkan produk serupa. Lihat poin harga mereka dan informasi apa pun yang dapat Anda temukan tentang penjualan online, pengiriman, dan banyak lagi. Ini akan membantu Anda menentukan harga produk dengan lebih akurat.
2. Pilih Niche
Dengan bisnis baru apa pun, memiliki ceruk sangat penting untuk membedakan Anda dari yang lain dan tetap unik dibandingkan dengan yang lain. Beberapa niche bisa termasuk membuat karya seni bertekstur dari serat dan bahan limbah, merestorasi furnitur kayu dengan tampilan shabby chic, menyulam pakaian, dan banyak lagi.
3. Buat Rencana Bisnis Upcycling
Rencana bisnis adalah cara yang bagus untuk memperkuat ide bisnis Anda dan membuatnya lebih nyata. Ini membantu Anda memahami biaya dan keuntungan dengan lebih baik dan bagaimana Anda berencana menjual barang.
Beberapa item yang harus disertakan dalam rencana bisnis Anda meliputi:
- Biaya dimuka
- Biaya bisnis yang sedang berjalan
- Titik penjualan yang unik
- Di mana Anda akan menemukan produk untuk didaur ulang
- Bagaimana Anda akan menjangkau pelanggan
4. Pilih Nama dan Merek Bisnis Upcycling Anda
Keberhasilan upcycling tidak hanya didasarkan pada produk Anda tetapi juga dengan branding dan pemasaran. Buatlah nama yang menarik untuk bisnis Anda untuk memulai. Membuat materi branding seperti logo, tagline, dan lainnya dapat membantu bisnis Anda menonjol.
5. Ketahui Target Pasar Anda
Sebelum Anda mulai menjual produk daur ulang, lakukan riset tentang target pasar Anda. Berapa harga yang mereka mampu, apa yang mereka hargai, dan bagaimana produk Anda dapat memenuhi kebutuhan mereka? Ini akan membantu Anda menjual furnitur dan produk lainnya dengan lebih efektif.
6. Bentuk Badan Hukum dan Daftarkan Bisnis Anda
Anda dapat membentuk badan hukum dan mendaftarkan bisnis upcycling Anda untuk menjadikannya resmi. Tergantung pada situasi Anda, ada banyak jenis badan hukum yang dapat Anda pilih. Jika Anda adalah pemilik tunggal, Anda dapat beroperasi sebagai satu atau perseroan terbatas (LLC). Anda juga dapat mendaftarkan entitas perusahaan seolah-olah Anda berencana untuk meningkatkan skala dengan cepat.
7. Dapatkan Pajak Anda Sesuai Pesanan
Pajak pada bisnis upcycling Anda akan bervariasi berdasarkan negara bagian mana Anda mengajukan. Aturan umumnya adalah Anda harus mengajukan pajak atas pendapatan apa pun yang Anda peroleh jika melebihi $600 pada tahun itu.
Anda mungkin juga perlu membayar pajak negara bagian dan federal berdasarkan jenis entitas yang Anda ajukan. Namun, sekali lagi, pajak dapat menjadi tantangan tergantung pada jenis bisnisnya, jadi jika Anda tidak yakin, sebaiknya bekerja dengan profesional pajak yang dapat memandu Anda.
8. Tetapkan Harga Anda
Sekarang setelah Anda meneliti pesaing dan target pasar Anda, inilah saatnya untuk mulai memikirkan harga. Saat menentukan harga suatu produk, Anda harus mempertimbangkan biaya produk, termasuk harga pembeliannya, bahan mentah yang diperlukan untuk mendaur ulangnya, waktu yang dibutuhkan untuk seluruh proses, dan pajak serta biaya pengiriman.
9. Pertimbangkan Biaya Awal dan Pengeluaran Bisnis yang Sedang Berjalan
Biaya pengiriman dan pengeluaran bisnis lainnya bisa naik jika Anda tidak hati-hati. Sebelum menyelam, pikirkan tentang berapa banyak uang yang ingin Anda keluarkan di awal untuk membuat produk Anda dan berapa banyak yang Anda harapkan untuk dihasilkan. Pertimbangkan pembelian dan pengeluaran yang sedang berlangsung dan biaya pengiriman juga untuk memproyeksikan berapa lama bisnis Anda dapat beroperasi sebelum menghasilkan keuntungan.
10. Siapkan Rekening Bank Bisnis
Rekening bank bisnis membantu memisahkan pengeluaran dan memastikan Anda dapat melacak pengeluaran dan biaya. Anda juga bisa mendapatkan kartu kredit bisnis untuk mulai membeli bahan mentah dan produk untuk membantu Anda melacak berapa banyak yang Anda belanjakan untuk bisnis Anda.
11. Dapatkan Izin dan Lisensi
Jika Anda menjual produk furnitur daur ulang seperti kursi rumah pertanian, kayu reklamasi, dan jenis produk daur ulang lainnya, Anda mungkin perlu mendapatkan izin penjualan kembali. Anda mungkin juga memerlukan izin usaha untuk bisnis furnitur daur ulang karena mungkin memerlukan bengkel.
12. Beli Asuransi Bisnis
Asuransi bisnis dapat membantu melindungi bisnis Anda dengan melindungi Anda dari kewajiban dan masalah umum. Untuk bisnis furnitur daur ulang, khususnya, asuransi bisnis dapat membantu tergantung pada jenis bahan dan pekerjaan yang Anda lakukan.
13. Buat Situs Web atau Pilih Tempat Anda Menjual
Anda dapat memilih untuk menjual melalui situs web Anda sendiri atau menggunakan platform pihak ketiga untuk menjual produk. Keduanya memiliki pro dan kontra, jadi Anda harus mempertimbangkan apa yang paling cocok untuk Anda. Jika Anda memilih untuk membuat situs web Anda, Anda akan dapat mengantongi lebih banyak keuntungan. Anda dapat menggunakan pembuat situs web dasar seperti Wix, Squarespace, dan Shopify.
